Seorang Warga Asal Kabupaten Buru Selatan Tewas Tertimbun Longsor di Gunung Botak - TV BERITA INDONESIA

Akurat Terpercaya dan Inspiratif

BREAKING NEWS

Minggu, 29 Mei 2022

Seorang Warga Asal Kabupaten Buru Selatan Tewas Tertimbun Longsor di Gunung Botak

Maluku, Tv Berita Indonesia - Seorang warga asal Kabupaten Buru Selatan (Bursel) meninggal dunia diakibatkan tertimbun longsor di Gunung Botak sekira pukul 4:00 WIT dini hari. Minggu (29/5/2022).


Adapun identitas warga yang meninggal dunia dengan inisial TN (35). Kronologis kejadian, sekira pukul 21:00 WIT para penambang liar melakukan aktifitas penambangan dengan cara atau metode kodok-kodok diareal Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) Gunung Botak Desa Persiapan Wamsiat Kecamatan Waelata Kabupaten Pulau Buru.


Terkait dengan tempat giatnya, tepatnya di lokasi Tanah Merah di bawah tebing yang sudah retak, para penambang tersebut membuat lubang sekitar 3 meter untuk mengambil material emas tersebut.


Dan sekira pukul 23:00 WIT terjadi longsor pertama sehingga para penambang berlarian untuk menghindari longsor tersebut.


Kemudian, setelah para penambang merasa aman mereka kembali lagi ke tempat tersebut untuk melakukan aktifitas penambangan.


Pukul 4:00 WIT dini hari, terjadi longsor kedua kalinya, dan pada saat longsor kedua tersebut TN (35) yang saat itu masih berada didalam lubang. Sementara para penambang lainnya berlari menyelamatkan diri.


Satu jam kemudian, TN (35) ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, sehingga para penambang tersebut membawa pulang jenazah TN (35) ke jalur C untuk dibawa pulang ke keluarganya di Kabupaten Buru Selatan.


Berdasarkan pantauan awak media ini, Paur Subbaghumas Polres Pulau Buru, Aipda M.Y.S Djamaluddin mengatakan, mengapa sampai saat ini masih ada penambang ilegal melakukan penambangan di PETI, dikarenakan mereka melakukan pekerjaan secara sembunyi-sembunyi, dan dilakukan giat mereka pada malam hari, serta aktifitas penambangan yang mereka lakukan jauh dari Pos Pengamanan Polisi. (Ali)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar